Minggu, 22 Februari 2015

Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak, tapi sepuluh orang anak belum tentu mampu mengurus seorang ibu”.

Saudara/i ku seiman..para facebooker yang dirahmati Allah..sungguh tak sekali pun kudengarkan muhadharah ini kecuali saya dalam keadaan berlinang airmata, saya terjemahkan untuk kita semua, moga kecintaan pada Ibu selalu diingatkan oleh Allah dalam hati-hati kita…selama beliau masih bersama kita..
Suatu hari seorang wanita duduk santai bersama suaminya , pernikahan mereka berumur 21 tahun, mereka mulai bercakap dan ia bertanya pada suaminya, ” Tidakkah engkau ingin keluar makan malam bersama seorang wanita?”. Suaminya kaget dan berkata,” Siapa? Saya tak memiliki anak juga saudara”. Wanita itupun kembali berkata,” Bersama seorang wanita yang selama 21 tahun tak pernah kau temani makan malam”.
Tahukah kalian siapa wanita itu??
Ibunya…
ُﻩﺎَّﻳِﺇ ﻻِﺇ ﺍﻭُﺪُﺒْﻌَﺗ ﻻَﺃ َﻚُّﺑَﺭ ﻰَﻀَﻗَﻭ َﻙَﺪْﻨِﻋ َّﻦَﻐُﻠْﺒَﻳ ﺎَّﻣِﺇ ﺎًﻧﺎَﺴْﺣِﺇ ِﻦْﻳَﺪِﻟﺍَﻮْﻟﺎِﺑَﻭ ٍّﻑُﺃ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﻞُﻘَﺗ ﻼَﻓ ﺎَﻤُﻫﻼِﻛ ْﻭَﺃ ﺎَﻤُﻫُﺪَﺣَﺃ َﺮَﺒِﻜْﻟﺍ ﻻْﻮَﻗ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﻞُﻗَﻭ ﺎَﻤُﻫْﺮَﻬْﻨَﺗ ﻻَﻭ َﻦِﻣ ِّﻝُّﺬﻟﺍ َﺡﺎَﻨَﺟ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﺾِﻔْﺧﺍَﻭ * ﺎًﻤﻳِﺮَﻛ ﻲِﻧﺎَﻴَّﺑَﺭ ﺎَﻤَﻛ ﺎَﻤُﻬْﻤَﺣْﺭﺍ ِّﺏَﺭ ْﻞُﻗَﻭ ِﺔَﻤْﺣَّﺮﻟﺍ ﺍًﺮﻴِﻐَﺻ
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali- kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Al Isra’: 23-24)
Wanita itu berkata pada suaminya, ”Selama kita bersama tak pernah engkau bersama ibumu walau sejenak saja, hubungilah beliau, ajak makan malam berdua..luangkan waktumu untuknya”, suaminya terlihat bingung, seakan-akan ia lupa pada ibunya.
Maka hari itu juga ia menelpon ibunya, menanyakan kabar dan berkata “ Ibu, gimana menurutmu jika kita habiskan malam ini berdua, kita keluar makan malam. Saya akan menjemput ibu, bersiaplah”. Ibunya heran, ” Anakku, apakah terjadi sesuatu padamu?” jawabnya. ” Tidak ibu”, berulang kali sang ibu bertanya.
“ Ibu, malam ini saya ingin keluar bersamamu”.
Mengherankan! Ibunya begitu tak percaya namun sangat bahagia. “Mungkin kita bisa makan malam bersama, bagaimana menurutmu?”. Ibunya kembali bertanya, ”Saya keluar bersamamu anakku?”
Ibunya seorang janda, ayahnya telah lama wafat, dan anak lelakinya teringat padanya setalah 21 tahun pernikahannya. Hal yang sangat menggembirakannya, begitu lama waktu telah berlalu ia dalam kesendirian, dan datanglah hari ini, anaknya menghubunginya dan mengajaknya bersama. Seolah tak percaya, diapun bersiap jauh sebelum malam tiba. Tentu, dengan perasaan bahagia yang meluap-luap! Ia menanti kedatangan anaknya.
Laki-laki itupun bercerita : “ Setibaku di rumah menjemput ibu, kulihat beliau berdiri di depan pintu rumah menantiku”
Wanita tua…menantinya di depan pintu! “Dan ketika beliau melihatku, segera ia naik ke mobil.
Saya melihat wajahnya yang dipenuhi kebahagiaan, ia tertawa dan memberi salam padaku, memeluk dan menciumku, dan berkata: Anakku, tidak ada seorang pun dari keluargaku..tetanggaku…yang tidak mengetahui kalau saya keluar bersamamu malam ini, saya telah memberitahukan pada mereka semua, dan mereka menunggu ceritaku sepulang nanti” Lihat bagaimana jika seorang anak mengingat ibunya!
Sebuah syair berbunyi :
Apakah yang harus kulakukan
agar mampu membalas
kebaikanmu? Apakah yang harus kuberikan
agar mampu membalas
keutamaanmu?

Bagaimanakah kumenghitung
kebaikan-kebaikanmu ?
Sungguh dia begitu
banyak..sangat banyak..dan
terlampau banyak!

Dan kami pun berangkat, sepanjang jalan saya pun bercerita dengan ibu, kami mengenang hari-hari yang lalu.
Setiba di restoran, saya baru menyadari bahwa baju yang dikenakan ibu adalah baju terakhir yang Ayah belikan untuknya, setelah 21 tahun saya tak bersamanya tentu pakaian itu terlihat sangat sempit, dan saya pun terus memperhatikan ibuku. Kami duduk dan datanglah seorang pelayan menanyakan menu makanan yang hendak kami makan, kulihat ibu membaca daftar menu dan sesekali melirik kepadaku, akhirnya kufahami kalau ibuku tak mampu lagi membaca tulisan di kertas itu. Ibuku sudah tua dan matanya tak bisa lagi melihat dengan jelas.
Kubertanya padanya,” Ibu, apakah engkau mau saya bacakan menunya?” Beliau segera mengiyakan dan berkata, “ Saya mengingat sewaktu kau masih kecil dulu, saya yang membacakan daftar menu untukmu, sekarang kau membayar utangmu anakku..kau bacakanlah untukku”
Maka sayapun membacakan untuknya, dan demi Allah..kurasakan kebahagiaan merasuki dadaku..
Beberapa waktu datanglah makanan pesanan kami, saya pun mulai memakannya. Tapi ibuku tak menyentuh makanannya, beliau duduk memandangku dengan tatapan bahagia. Karena rasa gembira beliau merasa tak selera untuk makan.
Dan ketika selesai makan, kami pun pulang, dan sungguh, tak pernah kurasakan kebahagian seperti ini setelah bertahun-tahun. Saya telah melalaikan ibuku 21 tahun lamanya.
Setiba di rumah, kutanyakan padanya : “ Ibu..bagaimana menurutmu kalo kita mencari waktu lain untuk keluar lagi?” beliau menjawab,” Saya siap kapan saja kau memintaku!”
Maka haripun berlalu, Saya sibuk dengan pekerjaan..dengan perdagangan..dan terdengar kabar Ibuku jatuh sakit. Dan beliau selalu menanti malam yang telah kujanjikan. Hari terus berlalu dan sakitnya kian parah. Dan…(Ya Alloh … Astaghfirullohal al’adzim…Ibuku meninggal dan tak ada malam kedua yang kujanjikan padanya.
Setelah beberapa hari, seorang laki- laki menelponku, ternyata dari restoran yang dulu kudatangi bersama ibuku. Dia berkata,” Anda dan istri Anda memiliki kursi dan hidangan makan malam yang telah lunas” Kami pun ke restoran itu, setiba disana..pelayan itu mengatakan bahwa Ibu telah membayar lunas makanan untuk saya dan istri.
Dan menulis sebuah surat berbunyi : “Anakku, sungguh saya tahu bahwa tak akan hadir bersamamu untuk kedua kalinya.
Namun, saya telah berjanji padamu, maka makan malamlah dengan uangku, saya berharap istrimu telah menggantikanku untuk makan malam
bersamamu”
Saya menangis membaca surat ibuku…dimana saya selama ini ?? di mana cintaku untuk Ibu?? Selama 21 tahun…. ….
dikisahkan kembali dari muhadharah syekh Nabil al ‘audhy- hafizhahullahu ta’ala- (ﻚﻠﻤﻟﺍ ﺪﺒﻋ ).








 

Sumber: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=153349741468664&set=a.104715419665430.5691.100003809169180&type=1&theater










Pernahkah kalian bertanya tentang ini pada Ayah?
Tentang apa saja mimpi-mimpinya,
apa saja yang membuatnya kecewa, bahagia?
Dan membuatnya tak enggan bekerja keras dari pagi hingga senja.
Kemudian malam harinya ia bagikan seluruh cintanya ke segala penjuru rumah,
bahkan menggaung hingga langit-langit rumah.
Tentu saja, cintanya sebesar cinta ibu, bahkan mungkin terlalu besar hingga tak tampak di seluruh penjuru Bumi.
Ia bagikan seluruh cinta pada anak-anaknya
Ia titipkan seluruh pengetahuannya
Ia selipkan seluruh doanya pada Tuhan di sepertiga malam
Kemudian ia simpan cinta itu di atas bantal tidur anak-anaknya
Membiarkannya menjadi mimpi paling indah yang akan terjadi di masa depan

Pernahkah kalian melihat peluh mengucur dari dahinya ketika menunggumu kembali ke rumah?
Atau melihat wajahnya tampak cemburu ketika teman lelakimu datang ke rumah?
Atau menangkap isyarat kecewa dan khawatir ketika lekuk tubuhmu diumbar?

Atau pernahkah kalian mendengar hasrat kalbunya,
untuk menjadikanmu lelaki tegar, meski kini tubuh Ayah rapuh termakan usia?
Atau pernahkah melihatnya tersenyum tulus dan terselip bangga,
ketika melihatmu tumbuh menjadi lelaki yang cita-citanya mengangkasa menjadi tentara-Nya yang tangguh?
Bagaimana pun kita, Ayah selalu berkata, “Dialah anakku.”

Pesanku (cambuk bagiku juga),
Berusahalah untuk tak mengecewakannya
Belajarlah untuk tak menggadaikan pengorbanan dan cintanya
Sebab bagaimana pun, Ayah adalah sosok yang serta-merta berdiri paling depan membahagiakanmu
Ayah adalah lelaki yang paling keras kepala menghadiahkanmu sekeping bahagia
Maka belajarlah mencintainya dengan segenap rasa
Sempatkanlah menitipkan doa-doa agar Alloh selalu menjaga diri dan cintanya, sampai tiba masanya
Masa dimana Ayah tak lagi mengenal anaknya, pun sebaliknya


Source :
Tulisan : http://prierede-fatimah.tumblr.com/ (dengan sedikit editan)








Jangan memohon pada Tuhan tuk meringankan cobaan yang ada, berdoalah pada Tuhan tuk memberikanmu kekuatan tuk dapat melaluinya.
Hidup tak selalu seperti yang kamu mau. Hal baik dan buruk terjadi selalu, namun semua itu telah diatur Tuhan, dengan akhir yang indah.
Jangan terlalu pikirkan sendirimu, karena ada seseorang di luar sana yang sedang bertanya-tanya seperti apa rasanya bertemu denganmu.
Jangan tangisi mereka yang meninggalkanmu demi orang lain. Jika mereka cukup bodoh melepasmu, kamu harus cukup pintar melupakannya.
Setiap orang punya masalah. Lebih baik mencari solusi masalahmu dari pada membandingkan masalahmu dengan orang lain.
Kadang kamu bertemu seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu hanya tuk menyadari pada akhirnya kamu harus melepaskannya.
Pikirkan apapun yang akan kamu ucapkan. Karena setiap ucapan yang keluar dari mulutmu, tak akan bisa kamu tarik kembali.
Cintai apapun yang ada didunia dengan sewajarnya. Karena apapun yang ada di dunia tak ada yang abadi.
Belajar memahami bahwa tak semua keinginan bisa terpenuhi, barangkali obat terbaik tuk mencegah kecewa dan sakit hati.
Jangan pernah menyepelekan apapun yang telah kamu miliki, karena mungkin yang kamu miliki itu sangat diinginkan oleh orang lain.
Selalu lakukan kebaikan dengan cara terbaik. Karena dengan cara itulah kedamaian akan tercipta.
Ikhlas menerima kesalahan, dan belajar dar setiap kesalahan, karena itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani kehidupan.
Lakukan apapun dengan tepat, bukan hanya cepat. Keberhasilan tak bisa dihalangi jika yang kamu lakukan telah tepat.
Hidup tak pernah lepas dari masalah, karena masalah adalah salah satu cara Tuhan menjadikanmu pribadi yg lebih kuat dan dewasa.
Tak ada kata terlambat tuk berubah. Masa lalu hanyalah pendewasaan dirimu. Hidupmu tak ditentukan oleh orang lain tapi kamu!
Ketika kamu jatuh, jangan tetap di bawah. Jatuh bukan berarti kalah, itu hanya berarti kamu harus bangkit dan kembali mencoba.
Jangan salahkan dirimu atas keputusan yg salah. Setiap orang membuatnya. Jadikan mereka pelajaran tuk keputusanmu selanjutnya.
Didalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yg menahan bibirnya, berakal budi.
Menertawakan masalah org lain itu mudah. Menertawakan masalah diri sendiri? Hanya org hebat yg bisa.
Jika kamu membiarkan rasa takut tumbuh lebih besar dari imanmu, maka kamu menghalangi impianmu menjadi kenyataan.
Tak perlu iri pada orang lain. Lihat apa yang kamu miliki sekarang, pikirkan apa yang telah dilakukan tuk dapatkannya. Bersyukurlah.
Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama.
Membenci hanya merugikan dirimu sendiri, karena sebagian besar orang yg kamu benci tak akan peduli dengan kebencianmu.
Untuk setiap manusia di dunia ini, Tuhan telah memberikan sesuatu yang mulia dan baik ke dalam hatinya. Selalu jaga hatimu.
Jangan berhenti berharap tuk yg terbaik. Persiapkan diri tuk yg terburuk. Dan terima apapun yang Tuhan berikan.
Doaku hari ini: Tuhan, maafkan semua kesalahan yang telah ku lakukan. Berkahilah mereka yang selalu mengingatkanku.
Hidup ini terlalu berharga tuk habiskan waktumu memikirkan dia yang tak memperlakukanmu dengan baik, dan tak pernah menganggapmu ada.
Salah satu hal terbaik dalam hidup adalah melihat senyum di wajah orang tuamu, dan menyadari bahwa kamulah alasannya.
Ketika seseorang berusaha menjauhi hidupmu, biarkanlah. Kepergian dia hanya membuka pintu bagi seseorang yang lebih baik tuk masuk.
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
Jangan membenci mereka yang mengatakan hal buruk tuk menjatuhkanmu, karena merekalah yang buatmu semakin kuat setiap hari.
Terkadang, kamu berpikir seseorang telah berubah tanpa kamu menyadari hal itu terjadi karena dia mulai bersikap dewasa.
Hidup terlalu singkat jika hanya menyesal. Hidup hanya sekali, namun jika digunakan dengan baik, sekali saja cukup!












Ditulis Oleh: - Published at : February 01, 2015

Masa-masa sekolah masa yg paling indah

Bel sekolah bunyi setiap pagi, lari-lari sampai masuk kelas, kejar-kejaran sama temen yang iseng ngumpetin buku paket atau handphone, ngarak temen pake gawang futsal dilapangan, nyolong-nyolong kekantin waktu guru keluar kelas atau pas jam kosong, ngegosip bareng temen-temen cewek dipinggir lapangan, remedial waktu nilai ulangan jelek, minta tugas tambahan untuk perbaikan nilai, pura-pura jadi anak baik supaya dapet nilai afektiv bagus diraport, dan masiiiiiiih banyak lagi hal-hal kecil yang kita lakuin selagi sekolah . Setiap hari itu rasanya cuma seneng-seneng, walaupun kadang ada berantem, ada yang sirik-sirikan sama temen yg lebih populer contohnya seperti saya *maumuntahsendiri* haha, walaupun kadang selalu dibikin pusing sama guru yang kerjaannya ngasih PR tiap minggu,  walaupun kadang selalu dibikin bosen mesti dengerin guru ceramah tiap upacara yang omongannya ya cuma itu-itu aja. Yang kelas 1 2 ya paling diingerin buat selalu patuh aturan, yang kelas 3 ya paling disuruh fokus belajar dan bla bla bla..
Tapi ternyata, masa-masa ini justru masa-masa yang ga bakal pernah bisa kita rasain lagi selain di sekolah, selain di SMA. Satu tahun lagi kita melanjutkan ke jenjang selanjutnya, ga ada lagi tuh ada bel bunyi tanda masuk belajar, ga ada lagi tuh minta remedial kalo ujiannya jelek, ga ada lagi tuh upacara tiap senin hormat bendera aling-alingan dibadan temen yang baris dibelakang karna kepanasan, ga ada lagi tuh pemandangan anak-anak kelas sebelah yang lagi ngarak temen yang lain pake gawang futsal ditengah lapangan. Yang ada ya pemandangan slide berganti slide sebagai bahan pembelajaran dikelas, ujiannya jelek ya tinggal pasrah, telat masuk kelas ya terpaksa ngerelain jatah absen kelas, dan yang terpenting fakir asmara tetap sulit menentukan arah hidupnya.
banyak yang bilang termasuk kakak tingkat saya ntar kalau udah Kuliah Mondar-mandir ke perpustakaan cari bahan referensi buat tugas makalah, mondar-mandir rapat sana sini, mondar-mandir  isi perut, ya apa daya warteg jadi restoran paling enak seumur kampus rasanya, mondar-mandir nyari jadwal kelas dimana, UTS, UAS, tugas, presentasi, tiada hari tanpa power point. Sirik sama temen itu biasa, ga peduli mereka mau kuliah atau cuma setor muka, ga peduli sama temen yang lagi ngulang dikelas junior, dan mungkin temen macam temen-temen SMA susah ditemuin. Nilai UTS jelek ya cuma bisa berdoa supaya dosennya kelilipan biji duren pas lagi kasih  nilai UAS nanti. Diibaratkan rutinitas anak-anak semester baru adalah kuliah –> pulang, sedangkan semester 3 keatas adalah kuliah –> rapat –> tugas dan begitupun seterusnya. Di kampus kejar-kejaran bareng temen mungkin dibilang anak SD lagi maen benteng, kejar-kejaran sama temen disangka kesambet kuntilanak rabies, ulahnya minus dikit disangka keterblakangan mental *sumpah ini ngarang*, uang jajan mulai menipis cuma bisa bikin hashtag #koinpeduli(nama diri sendiri), salah-salah cari pacar malah bikin hari-hari tambah nista, salah-salah pilih temen bukannya jadi sarjana sukses malah jadi sarjana nasakom (nasib ipk satu koma), salah-salah atur jadwal kuliah dan jadwal kegiatan malah banyak ngulang mata kuliah bareng ade-ade junior, menganut peribahasa IPK adalah HARGA DIRI.
jadi Gunain masa-masa sekolah kalian dengan having fun bareng temen-temen, nikmatin hari-hari sekolah seperti remaja-remaja yang biasanya, gunai waktu dengan hal-hal yang baik, jangan terlalu hedonis, karna saat kalian menjadi mahasiswa sifat hedonis itu mungkin bakal jadi penyakit yang susah buat disembuhin. Jadilah siswa seperti biasa.. saat jadi mahasiswa kalian bakal ngerti untuk apa kalian hidup..
sumber http://jeng-blogey.blogspot.com/2012/05/masa-sekolah-masa-yg-paling-indah.html